Seperti Anak Kecil yang Baru Bisa Bersepeda…

28 Feb

Liburan akhir tahun 2010, selama hampir seminggu dirumah, aku asik sekali bersepeda, bersama keponakanku retno dinanati, rasanya senang sekali, ceria bermain bersama anak kecil yang lain..bebas, lepas,..

Aku pun heran aku yang sudah lama tidak bersepeda bisa mengalahkan tanjakan tinggi dengan mudah, juga bersepeda di turunan yang curam tanpa mengerem. Aku tak tahu apa yang terjadi dengan kakiku, kakiku pun tidak kakukaku, mungkin karna saking bahagianya,..apa ini yang namanya semangat? Jadi aku dulu seperti ini, sangat kuat kupikir..

Saat ku kecil aku memang sangat suka bersepeda,bersama teman-temanku, ada isnia, eva, dyah, ita, ferdi, dodi, febri, wakidi, eko, eko lagi, majed, anjani, aal, sutris,yudi, heru, yeni, win,  dan beberapa temanku yang ku sedikit lupa namanya.,..meski jarak rumaku dengan SD ku sangat dekat, saking dekatnya jika bel berbunyi terdengar dirumah..tapi aku masih saja sering bersepeda..aku dan temanku dulu juga pernah dikejar anjing..rasanya takut sekali..anjing itu tepat dibelakangku..seperti nya gigi-gigi tajamnya sudah siap menggigit kakiku,,air liurnya itu loh…menjijikkan..untung aku mampu mengayuh lebih cepat lagi…dan alhamdulillah SELAMAT..

Aku berhenti bersepeda sejak masuk SMA, sejak saat itu bersepeda adalah hal yang sangat jarang kulakukan,,Dan sekarang setiap pulang ke rumah, aku selalu sempatkan waktu untuk bersepeda, bocengan dengan retno, atau dia yang memboncengku. kadang kami lakukan sehabis subuh, ketika hari masih gelap, atau sebelum magrib, keliling lingkungan rumah, berkunjung ke rumah saudara atau bermain di dekat TK dan SD. Ya aku dan retno punya TK dan SD yang sama..penduduk di lingkunganku awalnya heran, aku yang nggak pernah kelihatan, sekarang setiap pulang selalu isi absen bersepeda lewat depan rumah mereka..

Waktu itu ketika aku bersepeda dengan retno, di jalan kami bertemu dengan ibu-ibu yang memang ibunya teman SD ku, lalu ia berkata…”loh ini dinar yang suka nangis dulu ya? Yang nggak mau sekolah? Udah gede ya! Bla..bla…bla..

Aku Cuma bisa bilang iya buk, sambil senyum-senyum malu dan melongos begitu saja karna gak mau di ejek-ejek lagi…jadi yang ada dalam pikiran mereka itu…tapi lupakan mari bersepeda lagi…

Kami bersepeda menggunakan sepeda mini merah punya retno. Seandainya sepeda mini ku maih ada pasti aku sangat senang. Sayang sepeda mini jinggaku sudah entah kemana, diberikan pada orang..tapi ya sudahlah..kenangan bersama sepeda jinggaku itu masih terukir jelas di ingatanku..Mari Bersepeda…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: